Breaking News
Loading...
Sunday, December 1, 2013

Jangan Mau Jadi Layang-layang

4:36 PM

Seorang anak sembilan tahun menatapi keelokan layang-layang yang baru saja dibawa sang ayah dari kota. Ukurannya begitu besar, tidak seperti layang-layang temannya. Ada kunciran di sisi kanan dan kiri, dan terdapat ekor yang begitu panjang. Warna-warni kunciran dan ekor layang-layang mengundang keceriaan sang anak.

Setibanya di tanah lapang, sang anak mendampingi ayahnya memainkan layang-layang yang ukurannya lebih besar dari tubuh sang anak. Tiupan angin kencang menerbangkan layang-layang elok ke angkasa. Kunciran dan ekor terus berurai-urai membentuk irama gerak yang begitu indah.

Sesekali, sang anak mencoba berganti posisi dengan sang ayah untuk belajar mengendalikan terbangnya layang-layang. Ia pun berdecak kagum. Matanya berbinar menatapi keelokan layang-layang yang sedang terbang tinggi di angkasa.

“Ayah,” ucap sang anak tiba-tiba. Sang ayah pun menoleh ke arah buah hatinya. “Ayah, andai aku bisa seperti layang-layang. Bisa terbang dengan begitu elok di angkasa sana, sambil memperlihatkan keindahan kepada orang-orang di bawahnya,” tambah sang anak sambil terus menatapi gerak-gerik layang-layang.

Mendengar ucapan itu, sang ayah pun membelai rambut pendek anaknya. “Sebaiknya kamu tidak berandai untuk menjadi layang-layang, anakku!” ucap sang ayah.

“Kenapa, ayah? Kalau saja aku bisa seperti layang-layang, bukankah aku bisa menatap seluruh keadaan di bawah sini,” sergah sang anak penuh tanda tanya.

“Anakku, jangan pernah berandai menjadi layang-layang. Perhatikanlah, walaupun layang-layang berada di tempat yang begitu tinggi, tapi ia tetap di bawah kendali oleh mereka yang di bawah,” jelas sang ayah begitu bijak. **

Siapa pun kita, dalam optimisme meraih posisi hidup yang lebih baik, tentu ingin selalu berada di tempat yang tinggi. Ingin menjadi leader, sang pemimpin yang disegani, menjadi orang teratas di organisasi, perusahaan, bahkan mungkin negara. Sebuah cita-cita hidup seperti yang diajarkan Alquran, waj’alna lil muttaqina imama, jadikanlah kami sebagai pemimpin orang-orang yang bertakwa.

Namun, berhati-hatilah ketika optimisme meraih posisi tinggi itu tidak sejalan dengan idealisme dan kemampuan diri yang memadai. Karena kita bisa seperti layang-layang. Berada di posisi yang paling tinggi, sementara sang pengendali ada di bawah.

Ia berada di posisi tinggi karena ada ‘tangan-tangan’ di bawah yang membuatnya tinggi. Keelokannya di ketinggian itu hanya permainan sang ’tangan’ dan tiupan angin.

96 komentar:

  1. intinya, mengalir saja seperti air. kl kt kang cilembu santai aja kyk di pantai...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mengalir di air lah, masa' di pasir?????

      Delete
    2. kalau dalam pradaigma saya mengikuti air mengalir itu ngga bagus, kalau bisa harus bikin gebrakan dengan hal yang positif. Masak kita harus mengikuti arus, ke kiri ikut ke kiri, kanan ikut ke kanan :/

      Delete
  2. Ulasan yang begitu menarik dan bermakna sebagai bentuk introspeksi dan evaluasi diri ini ;( . Ketika yang mengendalikan diri itu hawa nafsu, tipu daya dunia, dan setan [-( tentulah akan menukik ke dalam jurang yang dalam dan gelap gulita ;-( . Tetapi ketika yang mengendalikan diri itu hati yang jernih dan kemilau :>) tentu akan tetap kuat menerima terpaan badai dan angin yang keras 8-) . Terima kasih sharing dan motivasinya (c) . Salam cemerlang! (h)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah Rame betul Mas Herdoni comments nya saluut deh
      Salam kenal yah Mas Herdoni dan salam hormat buat Mbak Maya
      Juga Sobat blogging semua :))

      Delete
    2. kenalan salaman dulu mas :)) (h)

      Delete
    3. Kyknya mau nyobain semua emoticonnya tuh!

      Delete
    4. mumpung mampir buat kenang-kenangan mbak maya kali tuh emoticonya hi8hi

      Delete
  3. terkadang kita harus jadi layangan, kalo putus banyak yang ngejar.. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe :D jadi rebutan anak anak gan

      Delete
    2. kalo layangan putusnya gak ada yang nemu...bisa jomblo seumur hidup :>)

      Delete
  4. Selamat sore Mbak Maya ijin simak artikel Layang - layang nya
    Menarik ceritanya ini judul dan isi artikel menceritakan tentang
    Sebuah kehidupan, yang artiknya kita harus lebih jeli dengan hidup ini
    Berarti intinya judul artikel Mbak Maya bukan maksud Pembaca sruh jadi
    Layang layang yahMbak :d

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener banget mas saud,,,
      mau jadi layang" juga,boleh agar bisa trbang dan melihat bawah :))

      Delete
  5. Layang-layang yang benangnya panjang pun selalu menjadi perhatian setiap orang loh Mba, palagi kalau lagi putus. sebab benangnya saja bisa membuat orang melirik untuk melakukan suatu tindakan, apal dengan meraihnya atau dengan menghindarinya dari sendtuhan benang yang akan melilitnya. Ha,, ha,, ha,,,,

    Salam

    ReplyDelete
    Replies
    1. apalagi kalu festival ya mas,,,,, sudah menjdi perhatian

      Delete
    2. kemarin saya ikut festival layangan lho hehe

      Delete
  6. Mbak Maya, baru tahu kalau layang-layang juga bisa berdandan...tuh pakai kunciran segala

    ReplyDelete
  7. menjadi layang-layag capek Mbak, ditarik ulur terus...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener juga Kata Mbak Khusna jangan deh Jadi Layang - layang yah Mbak.?
      Mendingan saya aner jemput Mbak Khusna untuk berkunjung berkomentar disini (f)

      Delete
    2. yang narik juga capek mb,,,, hehehe

      antar jemput pake apa ni mas saud? :))

      Delete
    3. belum lagi kalau sambitan dengan layang-layang lain, kalau kalah jadi rebutan anak-anak kecil yang ngejar, iya kalau masih utuh bentuknya kalau robek-robek karena direbutkan

      Delete
    4. walaupun yg di dpat robek tpi trasa asyek mainin layang" :))

      Delete
  8. Hidup harus punya pedoman ya mbak jangan sampai ketika kita di atas tapi tetap di kendalikan sama yang di bawah....

    ReplyDelete
  9. ulasan yang menarik,, jadi semakin menyadari bahwa di belakang kita begitu banyak orang yang berjasa

    ReplyDelete
    Replies
    1. tanpa mereka pun kita tidak bisa di atas :)

      Delete
  10. intinya harus jadi diri sendiri ya... namun harus ingat jasa jasa seseorang yang telah membuat diri kita menjadi yang lebih baik.

    ReplyDelete
    Replies
    1. memang benar sob,,,,,
      tanpa mereka kita tidak akan menjadi seperti ini

      Delete
  11. Kalau begitu saya berandai andai bisa main layangan saja. Agar bisa mengontrol mereka mereka yang diatas 8-) Tapi masalahnya saya ngga bisa main layangan ;((

    ReplyDelete
  12. betul juga yah mbak Maya, lebih baik tidak menjadi seperti layang-layang yang dikendalikan menurut kehendak yang dibawahnya, enggak banget deh hehe...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya bener Mas Anthonie jangan sampai deh Mas Anthonie jadi Layang - layang Kalau
      Mas jadi Layang - layang terus giman dengan Kesehatan Mas Anthonie hayo? :-d

      Delete
    2. gak mau mas kalau jadi layang-layang, kalau mas Karysta gimana hehe...

      Delete
  13. Saya lebih suka memainkannya... :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hatii - hati mas Budi memainkanya jangan sampai jatuh
      Ingat pekerjaan Kulit di rumah segitu numpuknya ini mah
      Malahan main layang - layang sama Mbak Maya :d

      Delete
    2. enaknya main layang" di swah apalagi habis panen padi :)

      Delete
    3. lebih enak dilapangan mbak biar nggak ada gangguan hehe...

      Delete
  14. pas musim panas bisa kepanasan ya mas pri :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. biarin lah, kang. org masuk ke kamar saya kok... x-)

      Delete
  15. Dibalik orang sukses tentu ada yang mengendalikan, peran orang sekitar kita dan tentulah diri kita, dan jadilah layang-layang tapi kita sendiri yang mengedalikannya,,, Nice share mbak, salam kenal...

    ReplyDelete
  16. wah kalau disuruh jadi layang - layang sayah ngeri takut ketinggian

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang mainin aja mang,,,, tetap di bawah,,,aman :)

      Delete
  17. Datang lagi akh di artikel Layang - layang nya Mbak Maya masih penasaran hhh
    Soale kemaren belum kelar deh baca nya di baca lagi dengan tuntas yah Mbak Maya

    ReplyDelete
  18. kata2 sederhana tapi begitu mendalam https://lh6.googleusercontent.com/-ErUGB8ea0H4/T2WEdm5-ZSI/AAAAAAAACbs/245Hxnaa82g/s35/22.gif

    ReplyDelete
  19. kalau saya sist gak mau jadi layang-layang saya hanya mau jadi seekor burung yang terbang bebas diudara .. semangat sist :')

    ReplyDelete
  20. Sekarang ini banyak sekali remaja yang jadi Anak Layangan (ALAY) :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jujur sih kalo saya gak mau jadi ALAY :>)

      Delete
    2. tapi kan...kang Heri udah jadi temennya alay.
      #clingak clinguk...

      Delete
  21. Artikelnya sangat menarik dan bisa menambah wawasan
    terima kasih sudah berbagi
    salam sukses selalu

    ReplyDelete
  22. Hidup ga bebas jika selalu dikendalikan orang lain.puas jadi diri sendiri ! (c)

    ReplyDelete
  23. semakin tinggi posisinya, resikopun semakin besar, klo jatuh semakin sakit...
    yg kecil bukan berarti nggak berguna ya..

    ReplyDelete
  24. filosofinya dalem dan makjleb banget kedalam hati ya...padahal cuman sekedar layang-layang dan impian anak-anak, tapi nasehat sang ayah bikin saya tercenung sejenak dan lalu manggut-manggut membenarkan.

    ReplyDelete
  25. artinya jadi pemimpin tidak boleh seperti layang-layang begitu ya mbak, hanya naik ketika ada angin, atau kesana ke mari tak tentu arah tergantung ke mana arah angin yang sedang berhembus

    ReplyDelete
  26. Pesan yang disampaikan melalui artikel diatas bagus juga. jadi intinya, menjadi bebas itu boleh-2 saja asal jangan terpengaruh dan dikontrol orang lain. setiap orang harus memiliki pendirian yang kuat.

    ReplyDelete
  27. Biasanya kalau mau jadi pemimpin kita harus mau dan mudah dipimpin setelah itu baru bisa jadi pemimpin :)

    ReplyDelete
  28. wow, pelajaran yang sangat berharga dari cerita ini :)
    makasih sobat

    ReplyDelete
  29. Lama gak main kesini serasa ada yang berubah nih hehe
    makin mantap aja postingan nya

    ReplyDelete
  30. nasehat dari orang tua yang bijak dan sangat menginspirasi sekali.

    posting spirit yang bagus sekali gan

    ReplyDelete
  31. iya sih walaupun kita udah mencapai posisi yang tinggi tapi di bawah kita masih ada yang ngatur,, tetep aja kagak nyaman.. nice post :)

    ReplyDelete
  32. hadiiirr lagi ;) hehee gabosan deh mampir dimari

    ReplyDelete
  33. Sahabat lama mampir . . . aku gak malu jadi layang-layang :))

    ReplyDelete
  34. layang-layang yang kusayang....
    jauh tinggi melayang di awang-awang...
    #nyanyi

    ReplyDelete
  35. Masih Kangen dengan Layang-layang tarik lagi deh Mbak Maya
    Layang - layang nya biar lebih tinggi dan tinggii [-(

    ReplyDelete
  36. saya suka dengan nasihat yang terletak di akhir artikel, memang untuk mencapai suatu cita2 tidaklah mudah dan harus dibarengi dengan iman, akhlak, pendidikan, dan moral yang baik, karena jika lalai akan hal tersebut maka bukan cita2 yang tergapai tapi cita2 yang menyesatkan karena diselimuti hawa nafsu

    ReplyDelete
  37. Postingan yang cukup menarik untuk disimak karena menyimpan banyak makna :)

    ReplyDelete
  38. postinganya menarik dan motivasi sob, mantap

    ReplyDelete
  39. layang-layang bisa naik ke langit karena menentang angin

    ReplyDelete
  40. anggap saja layang-layang sebagai impian kita yang siap terbang tinggi, jadi kita yang mengendalikan impian kita, bukan orang lain :) :) :)

    ReplyDelete
  41. wow keren =p~
    salam kenal maya kayla :)

    ReplyDelete
  42. jadi layang-layang asyk dong mas hehe

    bisa terbang melayang :D

    ReplyDelete
  43. Contohnya kayak para koruptor suap yang menduduki posisi tinggi, tapi masih dikendalikan oleh bos yang ngasi suap

    ReplyDelete

 
Toggle Footer