Breaking News
Loading...
Tuesday, January 28, 2014

IMLEK dan SEJARAHNYA

5:54 AM
Tahun Baru Imlek atau Sintjia merupakan perayaan terpenting bagi masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Masayarakat Tionghoa memiliki berbagai macam adat istiadat atau festival yang merupakan suatu bentuk penggambaran kebiasaan sehari-hari, tradisi, dan mitos yang berkembang di masyarakat.
Pada awal mulanya berbagai macam perayaan mempunyai sejarahnya tersendiri yang kemudian mengalami perubahan karena pengaruh dari berbagai kepercayaan dan tradisi di sekeliling masyarakat Tionghoa.
Pada dasarnya kata Imlek merupakan penanggalan yang berdasarkan perhitungan bulan (lunar) yang berasal dari dialek Hokkian Selatan, sehingga dapat dikatakan tahun baru Imlek berarti tahun baru menurut penanggalan bulan.

Hal ini juga dapat dilihat dari setiap ucapan selamat tahun baru seperti guo nian hao (selamat menjalani tahun baru), gon he xin xi (hormat bahagia menyambut tahun baru), gong xi fa cai (hormat bahagai berlimpah rezeki).

Penanggalan Imlek pertama kali dimulai pada 2637 SM pada masa pemerintahan Kaisar Oet Tee atau Huang Ti (2698 - 2598 SM).
Pada awalnya penanggalan Imlek disebut He Lek yaitu penanggalan berdasarkan pada penanggalan Dinasti He atau Hsia (2205 -1766) yang penetapan tahun barunya jatuh pada musim semi.

Hal ini berubah pada pemerintahan Dinasti Cou atau Chin (1122 - 255 SM) tahun barunya jatuh pada musim dingin. Khongcu melihat bahwa tahun baru menurut penanggalan Cou tidak sesuai keadaan rakyat yang kekurangan karena musim dingin yang panjang. Oleh karena itu dia menetapkan kembali penggunaan penanggalan He. Pada pemerintahan Kaisar Han Bu Tee (140 -86 SM) dari Dinasti Han, Konghucu ditetapkan sebagai agama negara dan penanggalan He resmi dipakai. Untuk tahun pertamanya dihitung dari tahun kelahiran pendeta Khongcu (551 SM).

Menurut kisah legenda Tionghoa, disalah satu desa di Cina terdapat seekor hewan buas Nian (raksasa) berbadan besar yang menyerupai singa pemakan manusia yang datang dari pegunungan.
Nian biasanya muncul di akhir tahun untuk memakan apa saja yang ditemuinya, termasuk hasil panen, ternak dan bahkan penduduk desa.

Pada hari kemunculan Nian, para penduduk menaruh makanan di depan pintu mereka pada setiap awal tahun untuk melindungi diri. Mereka meyakini, dengan melakukan hal itu Nian akan memakan makanan yang telah mereka siapkan dan tidak akan menyerang orang atau mencuri ternak dan hasil panen.

Pada suatu ketika, ada penduduk yang melihat Nian tidak berani mendekati anak kecil yang sedang bermain petasan dengan mengenakan baju merah, Nian tersebut ketakutan dan berlari menuju hutan.
Dan pada akhirnya, Nian berhasil ditangkap oleh Hongjun Lao Tze, seorang pendeta Tao. Nian kemudian menjadi hewan tunggangan Hongjun Lao Tze. Setelah itu, penduduk desa percaya bahwa Nian takut dengan warna merah.

Sehingga mulai saat itu, setiap memasuki tahun baru maka penduduk akan menggantungkan lentera dan gulungan kertas merah di jendela dan pintu. Mereka juga menggunakan kembang api untuk menakuti Nian. Tradisi tersebut kemudian berkembang menjadi metode perayaan Tahun Baru hingga sekarang.

89 komentar:

  1. Replies
    1. Wah sedikit ketinggalan berita Imlek dari Mbak Maya
      Simak dan turut meramaikanya Mbak Maya salam sukses :)

      Delete
    2. Sepertinya saya telat datangnya nih ;-(
      Sekarang sudah lewat..

      Delete
  2. ooh, jadi gara2 nian, dan dia takut sama warna merah.. makanya cina serba serbi merah ya

    ReplyDelete
  3. Katanya imlek identik dengan musim hujan ya, Mbak May?

    ReplyDelete
    Replies
    1. masak kang? mungkin karena pas musim hujan

      Delete
  4. Imlek itu cerah ceria karena merahnyag.. suka, dan itu adalah hari dimana hujan pasti turun.. Kok bisa gitu yah? :)

    ReplyDelete
  5. oalah.. jadi gitu to.. warna merah khas imlek dan petasan itu ternyata ada artinya dalam sejarahnya imlek ya mbak.. kirain cuma biar terlihat meriah aja hehehehehe

    ReplyDelete
  6. ada maksudnya rupanya masang lentera, kisah menarik

    ReplyDelete
  7. Pas banget postinganya menjelang imlek hehe

    ReplyDelete
  8. met pgi sobat mbk heheh. eh barutau ni kami kalu sejarahnya kyk gitu mbk. emangsi warnamerah sangat trlihat laki banget heheh.

    ReplyDelete
  9. kisah yg sangt menarik tentg asal mulax imlek

    ReplyDelete
  10. Selama ini saya hanya mengenal imlek hanya sebatas perayaanya saja, ternyata mempunyai sejarah yang cukup panjang :)

    ReplyDelete
  11. yg gk merayakan berarti aman dr hewan buas n yg merayakan hati2 ntr disantap hewan buas lho! :>)

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahahahaha
      bisa aja mas alif nie :-d

      Delete
  12. wah aku baru tau kisahnya mba,, ternyata bgus juga.apalg klo di jadikan anime.... hehehe

    ReplyDelete
  13. saya mengucapkan selamat hari raya IMLEK kepada yang merayakannya
    :))

    ReplyDelete
  14. Begitu sejarahnya ya mbak maya..baru tau pantesan gantungan di pintu itu slalu ada dan juga petasan yang menjadi tradisi rupanya begitu ya

    ReplyDelete
  15. selamat imlek bagi yang merayakannya

    ReplyDelete
  16. wah nambah wawasan lagi nih.. makasih ya atas sharing nya...

    ReplyDelete
  17. jadi tau sekarang buat sejarah nya.....
    dua hari lagi dapet angpao nih..hehehe :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aassssyyyeeekkkk
      bagi2 dunk mas bud,,,,,

      Delete
  18. tradisi imlek yang menarik sekali yah mbak, selamat imlek buat yang merayakan, jangan lupa angpaunya hehe...

    ReplyDelete
  19. ow warna merah buat penangkal nian y, bru tau gan

    dtunggu kunbalnya

    ReplyDelete
  20. Kalo tidak berkunjung disini pasti sy tdk tau sejarah nya imlek.hehehe...
    makasih mbak atas sharing nya,

    ReplyDelete
  21. beda Nian dengan banteng. kalo nian takut ama merah, banteng malah demen ama yang merah. @-)

    ReplyDelete
  22. Replies
    1. masak mas?
      mungkin kebetulan musim hujan ni

      Delete
  23. Selamat imlek buat yang ngerayain (h)

    ReplyDelete
  24. Absensi di blog mbak Maya...:D

    ReplyDelete
  25. jadi semua yang berwarna merah pada acara imlek ada arti dan sejarahnya yah mbak, makasih nih buat info imleknya jadi menambah wawasan.

    ReplyDelete
  26. wah nih saya baru tau nih
    kirain warna merah cman buat meriahin ajh ternya ada maknanya

    ReplyDelete
  27. wah saya malah baru tahu kak tentang sejarah imlek ini :)

    ReplyDelete
  28. wah..ternyata itulah alasannya warna merah selalu menghiasi perayaan imlek...baru tahu saya.....keep happy blogging always...salam dari Makassar :-)

    ReplyDelete
  29. kalau sejarah IMLEK mungkin kurang faham,karena tidak merayakan tetapi turut bahagia menyambut kedatangannya, dan yang pasti serunya tahun baru IMLEK adalah ampaunya,hehehe

    ReplyDelete
  30. imlek sejarahnya panjang banget ternyata ya mbak :)
    ngomong2 dapet angpao banyak donk mbak, hehehe x-)

    ReplyDelete
  31. Ooo Gitu to ceritanya...jujur saya cuma denger namanya doang, makasih infonya mbak buat nambah pengetahuan

    ReplyDelete
  32. selamat imlek bagi yang merayakannya ...

    ReplyDelete
  33. saya baru tau nih tentang sejarah imlek hehe

    ReplyDelete
  34. Wah, paham banget sejarahnya nih. Gak sia2 merantau ke negri jauh.... (f)

    ReplyDelete
  35. Saya dulu sering melihat perayaan Imlek sewaktu tugas di Palembang. Rame banget di Pulau Kemaro
    Terima kasih artikelnya
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
  36. gambar hewannya kok serem amat...
    btw,visit back ya: media2give.blogspot.com

    ReplyDelete
  37. hiii, serem juga binatang aneh...

    ReplyDelete
  38. mbak mikanya cantik oi ... Hehehehee

    ReplyDelete
  39. Sejarah Imlek ternyata sudah ribuan tahun lalu ya...

    ReplyDelete
  40. makasih dah dipos mas bisa nambah pengalaman saya

    ReplyDelete
  41. Tks mb artikelnya..:)
    # menambah wawasan sy..:)

    ReplyDelete
  42. imlek ternyata panjang sejarahnya ya mbak (f)
    ngomong2 mbak maya dapat angpao banyak donk, hehehe x-)

    ReplyDelete
  43. wah pentesan banyak sekali baju-baju imlek yang berwarna merah..

    ReplyDelete
  44. makin keren nih bolgnya :) , mbak maya maaf baru bisa datang lagi.. angpao nya mana nih?

    ReplyDelete
  45. Oh begitu sejarahnya. Sepengetahuan saya sebelumnya, imlek untuk menyambut musim semi, karena pada musim tersebut adalah waktu menanam atau waktu berkerja bercocok tanam agar mendapatkan rezeki. terimkasih mbak may

    ReplyDelete
  46. oh jd begitu sejarahnya, saya baru tau, :D
    thank's infonya,

    ReplyDelete
  47. Wah infonya sangat bermanfaat sekali gan. izin nyimak ya gan dan jangan lupa update terus artikelnya. Oh iya sob, kapan-kapan saya akan mampir lagi jika ada waktu luang. hehehehehe. jangan lupa di update terus ya blognya.
    Thanks.

    ReplyDelete

 
Toggle Footer