Breaking News
Loading...
Wednesday, January 15, 2014

Sejatinya Seorang Teman

9:49 PM
Gak punya teman? Duh gak gaul banget yaa?! sepi dan gak seru. Senang dan bangga rasanya kalau kita punya teman banyak, apalagi mereka asyik-asyik bisa menghibur, selalu ada untuk kita saat suka maupun duka, selalu menemani canda tawa kita, asyeek kan?

Ketika kita SD ada puluhan, SMP ratusan, Teman SMA? seabreg lah ya dari yang satu ‘geng’ sampai yang sebatas kenal. Teman di dunia maya? banyak kan? Manakah diantara mereka teman sejati?? Dunia tetap dunia, berlaku azas manfaat, ada gula ada semut. Zaman sekarang cari yang paling efisien dan ekonomis, teman itu untuk have fun together, bukan buat repot- repot.


Sesungguhnya ada teman yang abadi, siapakah dia?
Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam membuat perumpamaan bagi dunia dan anak Adam ketika meninggal, seperti seorang lelaki yang memiliki tiga teman dekat.

Ketika Ajal hampir tiba, dia berkata kepada salah seorang di antara mereka,
” Aku mempunyai teman yang mulia dan kuperhatikan kebutuhannya, Sementara ketetapan Allah sudah dekat dengan ku seperti yang engkau lihat. Maka apa pendapatmu?
Temannya berkata, "Ini merupakan ketetapan Allah yang lebih dahulu terjadi pada dirimu. Aku tidak dapat menghilangkan kesusahanmu, Tapi saat ini aku ada di dekatmu. Maka ambillah bekal yang bermanfaat sesukamu.”

Kemudian dia berkata kepada temannya yang kedua,
"Engkau adalah teman dekatku yang paling istimewa dari tiga teman dekatku. Sementara ketetapan Allah hampir datang kepadaku seperti yang Engkau lihat. Maka apa pendapatmu?”
Temannya berkata, "Ini merupakan ketetapan Allah yang lebih dahulu datang kepadamu. Aku tidak dapat menghilangkan kesusahanmu. Tapi aku akan mengurus dirimu selama sakit. Jika engkau meninggal maka akulah yang memandikan dan mengkafanimu. Akan kututupi jasad dan auratmu.”

Kemudian dia berkata kepada temannya yang ketiga,
“Ketetapan Allah akan datang kepadaku seperti yang engkau lihat. Sementara engkau adalah orang yang paling kuremehkan dari tiga teman dekatku. Maka apa pendapatmu?” Temannya berkata,” Aku adalah sahabat karibmu di dunia dan di akhirat. Aku akan masuk bersamamu didalam kuburmu ketika engkau dimasukkan ke sana, dan aku akan keluar dari sana ketika engkau keluar, dan aku tidak ingin berpisah denganmu selama-lamanya.” 

Lalu Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda,” Temannya yang pertama adalah hartanya, yang kedua adalah keluarganya dan yang ketiga adalah amalnya."

41 komentar:

  1. Saat terakhir, takkan ada yang menemani kita saat itu kecuali amal.. Thanks nasehatnya mbak :)

    bermanfaat sekali membaca ini tentunya..

    ReplyDelete
  2. Amal dan ilmu bermanfaat yang akan menuntun kita dari siksaan..

    Terimakasih mbak, ini bisa kita jadikan renungan buat kita ya mbak.?

    ReplyDelete
  3. kadang teman yang tidak kita anggap justru adalah teman sejati kita, mau memperhatikan dikala kita susah, tapi kadang kita tidak tahu.... [-(

    ReplyDelete
  4. Aduh kata-katanya itu loh yang bikin ga tahan hehehe x-)

    ReplyDelete
  5. ini harus menjadi pelajaran bahwasannya harta bukanlh segalanya, tetapi imanlah yang seegalanya hoo

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas,,,,,
      hal yang selalu kita sepelekan

      Delete
  6. Sekedar menambahkan.

    Tentang teman ini Ali radhiallahu anhu juga pernah mengatakan bhwa seorang teman itu belum bisa disebut teman jika ia belum diuji dlm 3 keadaan:

    1) ketika kita membutuhkannya
    2) sikap dia di belakang kita
    3) sikap dia setelah kita meninggal

    Jd, adakah kita memiliki teman sprt ini?
    Atau kitalah yg menjadi teman seperti ini?

    ReplyDelete
  7. Dan yang jelas juga teman kadang hanya disaat enaknya saja meski tidak semua disaat dia butuh kita harus ada tapi giliran kita yang butuh pada kabur entah kemana

    ReplyDelete
  8. subhanalloh teryata teman yang suka disepelekan itu yang justru teman sejati,,,,( amal kebaikan )
    Terimakaish mbak sudah berbagi artikel yang sangat bagus sekali,,,,,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama2 kang
      mari perbanyak amal kebaikan

      Delete
  9. mantap may cerita n nasehatnya ..thanks

    ReplyDelete
  10. indah nya teman sejati ya mbak :)

    ReplyDelete
  11. Saya masih nggak punya temen sejati :(

    ReplyDelete
  12. teman sejati hny lah Amal, jd mari perbanyak Amal selama msh hidup!

    ReplyDelete
  13. Amal soleh dan ilmu yang bermanfaat ... Hmm .. semoga kita bisa melakukannya mbak ... Sangat inspiratif ... :)

    ReplyDelete
  14. Selagi hidup harus diperbanyak amal pahalanya nih...

    ReplyDelete
  15. Amal Shaleh ternyata yang benar-benar menjadi teman sejati yang akan menemani dan menolong saat kesusahan menimpa. Satu contoh puasa rajab yang akan memberi minum dari bengawan rajab saat mana semua manusia merasa lapar dan dahaga saat berkumpul ke tengah tengah padang maksyar.

    ReplyDelete
  16. bagaimana dengan teman tapi mesra? hehehehe

    ReplyDelete
  17. sekarang agak susah menemukan teman yang mau berbagi suka dan duka, biasanya kalau pas susah akan mulai menjauh hehe...
    artikel yang menginspirasi banget mbak makasih :)

    ReplyDelete
  18. teman yang sejati itu saat suka saat senang sama-sama titik. :)

    ReplyDelete
  19. harta keluarga dan amal adalah yang senantiasa menemani ketika kita di dunia, namun amal-lah yang menjadi teman paling setia di dunia dan di akhirat...salam :-)

    ReplyDelete
  20. teman yang terakhir adalah amal kita sendiri. yang lainnya tinggal semua di dunia fana ini

    ReplyDelete
  21. tetapi susah untuk mencari temen sejati ,

    ReplyDelete
  22. saya sangat kecewa ketika teman yang begitu dekat mulai dari kecil dan sekarang dia lupa terhadap ku

    yuk gunakan kaos dengan label positif Kaos Muslim Keluarga

    yuk kunjungi situs kami di www.kaosdhikr.com

    ReplyDelete
  23. kadang terasa perih ketika kita senang teman tidak bisa di hitung tapi dika kita sedang susah teman kita bisa dihitung jari

    yuk gunakan kaos dengan label sambil berdakwah kaos keluarga muslim
    dan jangan lupa kunjungi situs nya juga di www.dhikrstore.com

    ReplyDelete

 
Toggle Footer